http://abdurrahmanzuhdialhakim.blogspot.com/
Serangan hama ulat bulu yang sebelumnya ditemukan mewabah di Kabupaten
Probolinggo, Jawa Timur, disinyalir telah meluas ke daerah-daerah lain
di sekitarnya.
"Informasinya memang sudah menyebar ke sejumlah
daerah, di antaranya di Kabupaten Pasuruan, Jombang, Banyuwangi, bahkan
terakhir telah sampai ke Kabupaten Bojonegoro," kata Menteri Pertanian
(Mentan) Suswono saat meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di
Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, Sabtu.
Meskipun
begitu, Mentan mengimbau seluruh warga agar tidak panik. Sebab,
intensitas serangan hama pemakan daun dan batang pohon pada tanaman
produksi ini, sekarang telah berangsur menurun.
Masyarakat
khususnya petani hanya diminta agar tetap waspada dan proaktif
berkoordinasi dengan petugas lapangan dari dinas pertanian apabila
mengetahui adanya potensi ataupun indikasi serangan ulat bulu di lahan
maupun sekitar rumah masing-masing.
"Kita berharap ada predator
alami yang muncul. Boleh jadi ledakan karena faktor predator alami
berkurang karena ditangkapi manusia, seperti burung atau pulpa,"
ujarnya.
Mengenai upaya pengendalian, Suswono menjelaskan untuk
jangka pendek menggunakan insektisida alami, yaitu berupa zat pembunuh
serangga berbahan dasar tanaman di sekitar lokasi serangan.
Namun,
Kementerian Pertanian juga tidak menutup kemungkinan akan menggunakan
insektisida dari zat kimia sebagai pilihan terakhir demi menghindari
risiko dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.
Munculnya
fenomena serangan ulat bulu di beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim)
diduga tidak hanya disebabkan perubahan iklim, tetapi juga terpengaruh
langsung oleh erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo beberapa
waktu lalu.
"Memang ada dugaan kemungkinan migrasi akibat erupsi
Bromo. Hama ini berpindah saat masih menjadi kupu-kupu dari dataran
tinggi (kawasan puncak) ke daerah rendah," katanya.
Meski
demikian, Kementerian Pertanian tetap akan terus melakukan penelitian
guna memastikan penyebab pasti serangan dalam jumlah besar tersebut.
Jumlah
tanaman yang terserang di Probolinggo sejauh ini diperkirakan hanya 1,2
persen atau sekitar 14 ribu batang mangga dari jumlah total 1,2 juta
pohon mangga di daerah tersebut.
Tanaman yang diserang pun
tertentu, yakni hanya tanaman dengan batang tinggi, seperti pohon
mangga, alpukat, serta mindi. Pada perkembangannya, serangan-serangan
yang muncul di daerah lain ternyata jenisnya berbeda.
Berdasar
fakta itu, Mentan mengimbau kepada seluruh jajaran dinas pertanian
bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di daerah
masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar