Selasa, 26 Agustus 2014

Serangan Ulat Bulu Di Jawa Timur

http://abdurrahmanzuhdialhakim.blogspot.com/
 
Serangan hama ulat bulu yang sebelumnya ditemukan mewabah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, disinyalir telah meluas ke daerah-daerah lain di sekitarnya.

"Informasinya memang sudah menyebar ke sejumlah daerah, di antaranya di Kabupaten Pasuruan, Jombang, Banyuwangi, bahkan terakhir telah sampai ke Kabupaten Bojonegoro," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono saat meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, Sabtu.

Meskipun begitu, Mentan mengimbau seluruh warga agar tidak panik. Sebab, intensitas serangan hama pemakan daun dan batang pohon pada tanaman produksi ini, sekarang telah berangsur menurun.

Masyarakat khususnya petani hanya diminta agar tetap waspada dan proaktif berkoordinasi dengan petugas lapangan dari dinas pertanian apabila mengetahui adanya potensi ataupun indikasi serangan ulat bulu di lahan maupun sekitar rumah masing-masing.

"Kita berharap ada predator alami yang muncul. Boleh jadi ledakan karena faktor predator alami berkurang karena ditangkapi manusia, seperti burung atau pulpa," ujarnya.

Mengenai upaya pengendalian, Suswono menjelaskan untuk jangka pendek menggunakan insektisida alami, yaitu berupa zat pembunuh serangga berbahan dasar tanaman di sekitar lokasi serangan.

Namun, Kementerian Pertanian juga tidak menutup kemungkinan akan menggunakan insektisida dari zat kimia sebagai pilihan terakhir demi menghindari risiko dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.

Munculnya fenomena serangan ulat bulu di beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim) diduga tidak hanya disebabkan perubahan iklim, tetapi juga terpengaruh langsung oleh erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu.

"Memang ada dugaan kemungkinan migrasi akibat erupsi Bromo. Hama ini berpindah saat masih menjadi kupu-kupu dari dataran tinggi (kawasan puncak) ke daerah rendah," katanya.

Meski demikian, Kementerian Pertanian tetap akan terus melakukan penelitian guna memastikan penyebab pasti serangan dalam jumlah besar tersebut.

Jumlah tanaman yang terserang di Probolinggo sejauh ini diperkirakan hanya 1,2 persen atau sekitar 14 ribu batang mangga dari jumlah total 1,2 juta pohon mangga di daerah tersebut.

Tanaman yang diserang pun tertentu, yakni hanya tanaman dengan batang tinggi, seperti pohon mangga, alpukat, serta mindi. Pada perkembangannya, serangan-serangan yang muncul di daerah lain ternyata jenisnya berbeda.

Berdasar fakta itu, Mentan mengimbau kepada seluruh jajaran dinas pertanian bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di daerah masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar